Iklan HUT korpri

4 Smelter PSN di Sulteng Plus PT Vale Butuh Pasokan Listrik, Begini Penjelasan PLN

Butuh pasokan listrik
FGD melalui video conferencee zoom meeting membahas percepatan supply kelistrikan untuk kebutuhan industri smelter di Indonesia. / Ist

ReferensiA.id- Sebanyak 4 smelter di Sulteng masuk proyek strategis nasional (PSN) plus PT Vale Indonesia yang sedang diusulkan. Karena itu, butuh pasokan listrik untuk mendukung industri smelter tersebut.

Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) secara video conferencee zoom meeting, Selasa 12 April 2022. FGD membahas percepatan supply kelistrikan untuk kebutuhan industri smelter di Indonesia.

Baca Juga:  Keterwakilan Perempuan di Pertambangan PT Vale Dianggap Penting

Selain itu, menyeleraskan perencanaan PT PLN (Persero) untuk memenuhi kebutuhan industri smelter sesuai dengan forward looking electricity planing yang komprehensif khususnya di wilayah Indonesia Timur (Sulawesi, Maluku Papuan dan Nusa Tenggara).

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementrian Investasi/BKPM Nurul Ichwan menyampaikan ada empat industri smelter di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah yang termasuk dalam proyek strategi nasional (PSN).

Baca Juga:  Banyak PETI di Buol, Kadis Kehutanan: Solusinya Wilayah Tambang Rakyat

Empat itu adalah PT. Artabumi Sentra Industri, PT. Wanxiang Nicel Indonesia, PT. Ang And Fang Brothers dan PT. Sulawesi Resources.

Selain itu, ada usulan proyek strategis nasional (PSN) baru untuk smelter berbasis nikel yakni Smelter Nikel Bahodopi PT. Vale Indonesia dengan nilai investasi Rp21,8 triliun.

Dia menjelaskan, persebaran realisasi industri smelter di Indonesia berdasarkan lokasi tahun 2015-2021, Capex nilai investasi yang terdiri dari PMA dan PMDN di Sulawesi Tengah 4,5 miliar ton.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Sulteng Singgung Penertiban IUP di Morowali dan Morut

“Mengingat besarnya kebutuhan listrik untuk kegiatan smelter, maka sebagian besar perusahaan membangun pembangkit sendiri,” kata Nurul Ichwan saat berbicara pada Focus Group Discussion (FGD) secara video conferencee zoom meeting, Selasa 12 April 2022.