Iklan HUT Morowali PT Vale

40 Lakalantas Terjadi Selama Operasi Keselamatan Tinombala di Sulteng

Lakalantas Terjadi Selama Operasi Keselamatan Tinombala
Seorang anggota kepolisian tengah membantu seorang warga mengunakan masker saat menjalankan tugas Operasi Keselamatan Tinombala. / Ist

ReferensiA.id – Kepolisian mencatat sebanyak 40 Lakalantas terjadi selama Operasi Keselamatan Tinombala di Sulteng. Operasi patuh berlalu lintas yang digelar selama dua pekan itu telah berakhir pada Senin, 14 Maret 2022 kemarin.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepoolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Didik Supranoto mengatakan, berdasarkan data analisa dan evaluasi (anev) pelaksanaan Operasi Keselamatan Tinombala 2022, ada kegiatan yang meningkat dan ada kegiatan yang angkanya turun bila dibandingkan operasi serupa pada 2021 lalu.

Baca Juga:  Satgas Pangan Polda Sulteng Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

“Adapun kegiatan yang mengalami peningkatan yaitu giat Dikmas Lantas (Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas), di mana operasi kali ini dilaksanakan 26.280 giat sedangkan tahun 2021 sebanyak 17.943 giat atau naik 46 persen,” kata Didik dalam keterangannya, Selasa 15 Maret 2022.

Sementara angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) selama 14 hari operasi keselamatan digelar, tercatat sebanyak 40 kasus. Angka itu meningkat 43 persen jika dibandingkan tahun lalu yang jumlahnya hanya 28 kasus Lakalantas.

Baca Juga:  Polda Sulteng Keluarkan 121 Surat Tilang Selama Operasi Lilin Tinombala

Korban meninggal dunia akibat Lakalantas juga meningkat. Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 8 jiwa, naik 60 persen dibandingkan tahun lau yang jumlah korban jiwa sebanyak 5 orang.

“Luka berat 18 orang, untuk tahun 2021 11 orang atau naik 64 persen, korban luka ringan 60 orang sedangkan tahun 2021 sebanyak 38 orang atau naik 58 persen,” sebut Didik mengurai perbandingan angka korban Lakalantas tahun ini dengan tahun sebelumnya.