Adira Finance Bukukan Pembiayaan Rp58 Triliun pada Kuartal Pertama 2024

Adira Finance
Ist

Hal tersebut dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang relatif menurun serta suku bunga yang masih tinggi.

Namun begitu, Adira Finance terus berinovasi dengan melakukan ekspansi ke segmen non-otomotif yang mencakup pembiayaan multiguna, durable dan alat berat.

Hingga Maret 2024, perusahaan berhasil meningkatkan penyaluran pembiayaan non-otomotif sebesar 18% menjadi Rp2,3 triliun, yang mana mayoritas pembiayaan non-otomotif perusahaan adalah pembiayaan multiguna.

Perusahaan juga mencatatkan pembiayaan baru di segmen syariah mengalami kenaikan sebesar 10% y/y menjadi sebesar Rp2,4 triliun atau mewakili 22% dari total pembiayaan baru.

Pertumbuhan ini didukung oleh kegiatan pemasaran yang agresif, ekspansi dari kanal- kanal penjualan di komunitas syariah, serta memaksimalkan penjualan produk syariah khususnya non-otomotif seperti produk AMANAH (Adira Multi Dana Syariah).

“Secara regional, pembiayaan baru Adira Finance wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampapua) hingga Maret 2024 tercatat mencapai Rp1,5 triliun, tumbuh tipis 1% y/y dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Segmen mobil berkontribusi sebesar 62% dari total pembiayaan baru di Sulampapua, diikuti oleh segmen sepeda motor sebesar 19%, dan segmen non-otomotif sebesar 19%. Secara keseluruhan, Area Sulampapua berkontribusi sekitar 14% dari total pembiayaan baru Adira Finance.” ujar Yoppy Edyson Tulalo dan Irfan Budianto Kawil Sulampapua.

Selain itu, perusahaan menyediakan pembiayaan kendaraan listrik (EV) sebagai dukungan untuk Indonesia atas upaya transisi ke energi bersih baik sepeda motor maupun mobil melalui kemitraan dengan berbagai produsen dan dealer merek kendaraan listrik.

Di kuartal I-2024, pembiayaan kendaraan listrik Adira Finance terus menunjukan tren kenaikan signifikan hingga mencapai Rp80,9 miliar.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version