ReferensiA.id- Sejauh apapun langkah politik menjauhkan seseorang, hubungan kekerabatan akan mengantarkanmu ke meja makan yang sama. Begitu kira-kira gambaran hubungan antara Ahmad Ali dan Anwar Hafid. Dua politisi kawakan Sulawesi Tengah.
Dikenal sering berseberangan di panggung politik, dua putra daerah dari Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) ini, diketahui memiliki hubungan kekerabatan yang cukup dekat. Bahkan Ahmad Ali menjadi saksi nikah pernikahan putra pertama Anwar Hafid, Muhammad Fathur Razaq pada 2024 silam.
Usai terlibat pertarungan politik pada Pilkada akhir 2024 lalu, kedua tokoh akhirnya kembali bertemu dalam suasana santai dan penuh tawa. Bukan hanya sebagai lakon politik, tapi “kakak beradik” yang sudah tumbuh bersama sejak kecil.
Hal itu juga ditegaskan oleh Ahmad Ali usai keduanya “ngopi” bareng di Fore Coffe, Jalan Moh Yamin, Kota Palu, Senin 14 September 2026 pagi.
“Itu pertemuan silaturahmi biasa. Kalau bicara soal politik, itu tidak spesifik secara keseluruhan. Tapi memang sulit untuk kita tidak mengatakan bahwa kalau para politisi itu bertemu antara satu dengan yang lain pasti tidak mungkin tidak bicara politik. Tapi tidak selamanya juga politisi bertemu selalu bicara soal politik. Anwar Hafid ini, apapun itu adalah adik saya. Politik juga tidak bisa mematikan rasa kekeluargaan itu sendiri,” ujar Ahmad Ali kepada ReferensiA.id.
Dalam pertemuan itu, keduanya tampak santai. Ahmad Ali mengenakan kaos putih bertuliskan AAC, sementara Anwar Hafid mengenakan kaos berwarna kuning. Keduanya kompak menggunakan celana panjang berwarna hitam.
Di antara mereka, hadir pula Hidayat Lamakaret, tokoh yang namanya tidak kalah kesohor di Sulawesi Tengah.
Ditanya soal arah politiknya di Sulawesi Tengah, Ketua Harian DPP PSI itu mengungkapkan fakta mengejutkan.



















