“Sebagian besar di Sulteng ini mayoritas petani, dan gagasan bapak Ahmad Ali) paling masuk, soal asuransi pertanian dan masalah pupuk,” sebut Ahmad Ali.
Selain itu, ia berharap jika Ahmad Ali terpilih jadi gubernur kesetaraan golongan beragama jadi perhatian.
“Kami juga berharapn ada stimulan yang masuk di sektor ekonomi keumatan. Karena umat kita banyak petani, sehingga berharap bahan baku selalu stabil dan pasar selalu ada,” katanya.
Dalam kunjungannya di Pura Agung Wanakerta Jagatnatha, Ahmad Ali disambut antusias umat Hindu di sana. Ia bahkan diminta untuk berpidato, namun Ahmad Ali menolak karena tidak ingin berpidato politik di tengah acara keagamaan.
“Karena kedekatan emosional umat Hindu dengan pak Ahmad Ali, makanya kita sambut beliau yang selalu datang,” tegas I Gede Yogantara.
Sementara itu, dalam beberapa kesempatan Ahmad Ali menyampaikan agar semua umat beragama di Sulteng mau berbicara secara terbuka soal toleransi, dan pemerintah daerah harus memfasilitasi hal itu.
“Syarat utama bertoleransi itu hanya satu. Lepaskan topengmu saat bicara soal toleransi, ketika kita masih pakai topeng tidak ada kejujuran di sana,” kata Ahmad Ali.
Ahmad Ali dikenal sebagai salah satu politisi yang juga aktif di bidang sosial, termasuk memberikan bantuan pembangunan rumah-rumah ibadah, baik masjid, gereja maupun pura. ***
