Alkhairaat Minta Polda Sulteng Serius Tangani Kasus Fuad Plered

Alkhairaat
Ketua PB Alkhairaat Husen Habibu (keempat dari kiri) mempertanyakan proses hukum kasus Fuad Plered di Polda Sulteng. / Ist

Dia juga menyinggung soal pihak-pihak tertentu yang ingin menghentikan kasus tersebut.

“Justru saya bertanya, yang sebelumnya menggebu-gebu sampai demo untuk mewakili 21 juta Abnaul Khairaat di seluruh dunia, kenapa tiba-tiba ada yang mau menarik laporan. Ada apa? heran saya, kita yang bela mati-matian marwah harkat dan martabat Alkhairaat masa disepelekan. Ada apa di balik itu? Kalau mau menarik laporan, kita bicarakan secara kelembagaan pada rapat Pengurus Besar Alkhairaat,” kata dia.

Ia pun berharap agar seluruh Abnaul Khairaat ikut menjaga nama baik almamater Alkhairaat.

“Soal permohonan maaf Fuad Plered dan telah menjalani hukum adat, sebagai ummat Islam kita dianjurkan memberikan maaf kepada orang yang meminta dimaafkan. Namun perlu diingat, bahwa disisi lain sebagai warga negara Indonesia ada aturan, ada hukum positif yang mengatur pelanggaran- pelanggaran kemanusiaan,” tandasnya.

Oleh karena itu, atas nama lembaga Alkhairaat dan Abnaul Khairaat pada umumnya, ia menegaskan dan meminta kepada Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) agar serius dan tidak main-main dalam menangani perkara yang dilaporkan. ***

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version