Anggota DPRD Palu Ini Geram, Ada Pangkalan Jual Elpiji 3 Kilogram di Atas HET

DPRD Palu
Abdurahim Nasar Al-Amri. / Ist

ReferensiA.id- Anggota DPRD Palu Abdurahim Nasar Al-Amri dibuat geram, lantaran masih ada pangkalan yang menjual gas atau elpiji 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Politisi muda Kota Palu itu pun mengimbau agar seluruh pangkalan untuk tidak menjual elpiji bersubsidi itu di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Hal itu diungkapkan pria yang akrab disapa Wim, usai mendapat keluhan dari warga terkait adanya pangkalan elpiji 3 kologram yang selama ini menjual dengan harga di atas HET.

Dia bilang, warga tersebut mengeluh, lantaran tabung gas elpiji 3 kilogram yang harusnya diperuntukkan untuk warga miskin, malah dijual dengan harga yang tidak wajar, bahkan jauh dari harga yang telah ditetapkan.

Wim megingatkan pangkalan yang “nakal” untuk tidak memanfaatkan elpiji 3 kilogram tersebut untuk meraup untuk berkali-kali lipat dari yang semastinya.

“Jadi saya ingatkan, pangkalan-pangkalan ini jangan nakal. Jangan sampai warga melapor dan izinnya dicabut,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palu itu geram, Kamis 8 Juni 2023.

Menanggapi laporan warga, DPRD akan berkoordinasi dengan dinas dan pihak terkait untuk mengatasi pangkalan gas yang masih menjual elpiji subsidi di atas harga eceran tertinggi.

“Kita akan koordinasi dengan pihak terkait untuk memantau pangkalan yang nakal. Karena gas 3 kilogram itu diperuntukkan untuk warga miskin, jika dijual di atas HET, sama saja kita makin mempersulit warga kalangan bawah,” jelasnya.

Dia juga mengimbau warga kalangan ekonomi menegah untuk tidak menggunakan tabung gas 3 kilogram, agar penyaluran elpiji bersubsidi itu lebih tepat sasaran.

“Kita juga imbau, warga yang mampu untuk tidak menggunakan tabung gas 3 kilogram, karena itu hanya untuk mereka yang kurang mampu,” tegasnya. RED

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google NewsIklan Bawaslu Morowali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *