Syarat utama dalam strategi ini, para scalper harus memonitor pergerakan pasar sepanjang sesi perdagangan, biasanya scalper memiliki waktu yang cukup untuk trading saham dan dilakukan oleh seseorang yang memang sudah mahir atau cukup berpengalaman dalam trading saham.
Melalui pengalaman ini, para scalper mampu membaca pergerakan berdasarkan analisa teknikal dengan memanfaatkan posisi di level terendah untuk membeli saham dan melihat ada potensi ataupun sinyal untuk bisa naik ke level tertinggi saham yang ditargetkan .
Ketika seorang investor menggunakan strategi scalper saham, maka wajib mengamati dan bisa membaca tren pergerakan pasar dengan baik.
Dengan memiliki skill ini, seorang scalper bisa membaca dan mengetahui momentum yang tepat untuk mengambil keuntungan. Tentu perlu waktu atau jam terbang yang tinggi untuk bisa menguasai skill ini, namun jika sudah ahli, para scalper bisa melakukan jual beli saham dengan waktu yang singkat karena sudah menguasai pola pergerakan sahamnya.
Kemampuan mengelola risiko dan membatasi kerugian sangat dibutuhkan ketika seorang investor ingin menjadi seorang scalper. Alasannya karena frekuensi transaksi perdagangannya yang begitu tinggi.
Selain itu, manajemen keuangan saham yang kuat juga bisa membantu para scalper mendapatkan profit secara konsisten. Prinsip scalping adalah memperbanyak profit dari sekian banyaknya transaksi perdagangan yang dilakukan.
Meskipun investor berpeluang mengalami kerugian dalam beberapa transaksi-transaksi, hal ini akan terimbangi jika investor banyak melakukan transaksi.
Jadi, jika modal investasinya hanya sedikit jangan selalu berharap mendapatkan keuntungan melalui strategi teknikal. Artinya, investor teknikal harus siap pada risiko kerugian sampai kehilangan seluruh modal investasi, dengan potensi keuntungan yang besar dan cepat pula.
