BEI Sulteng Kenalkan Pasar Modal ke Ibu-ibu di Kota Palu, Dibagikan 1.000 Rekening Sekuritas

BEI Sulteng
Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia Jeffry Hendrik menyerahkan secara simbolis bantuan bibit sayuran kepada Ketua TP PKK Kota Palu Diah Puspita. / ReferensiA.id

Salah satu investasi yang dilanjutkannya adalah di pasar modal.

“Hati hati tawaran investasi dengan keuntungan besar. Lebih baik berinvestasi di jalur yang benar, seperti pasar modal,” tegas Triyono.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palu Diah Puspita menyambut baik kegiatan yang digelar oleh bursa efek tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu sebagai salah satu sarana untuk dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan mengenalkan serta memberikan pemahaman kepada anggota TP PKK Kota Palu mengenai investasi aman, serta produk investasi di pasar modal.

“Terapkan ilmu yang telah didapatkan dari kegiatan ini dalam kehidupan sehari-hari. Sekecil apapu. Kontribusi kita bagi sekitar, merupakan kontribusi berharga bagi negara,” pesan istri Wali Kota Palu itu kepada peserta kegiatan.

Pada kegiatan itu, 1.000 ibu-ibu TP PKK mendapatkan rekening sekuritas gratis dari PT Phintraco Sekuritas.

“Kita juga akan terus ikut memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana berinvestasi yang baik,” ujar Plt Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas Sriwati Widjaja.

Selain pembagian 1.000 rekening saham dari PT Phintraco Sekuritas, di kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan benih sayuran secara simbolis oleh Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia Jeffry Hendrik kepada Ketua TP PKK Diah Puspita.

Untuk diketahu, hingga saat ini investor pasar modal tumbuh siginfikan. Berdasarkan data BEI, pada 6 tahun silam jumlah investor saham di pasar modal hanya mencapai 2 jutaan. Saat ini jumlah investor di pasar modal mencapai 10 jutaan.

Menurut Jeffry Hendrik, dari 10 jutaan investor di pasar modal, jumlah investor laki-laki dan perempuan hingga saat ini hampir sama banyaknya, meskipun masih lebih didominasi oleh investor laki-laki.

“Meningkatnya jumlah investor ini tentu harus diimbangi dengan literasi,” tandasnya. RED

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version