Iklan HUT Morowali PT Vale

Belum Ditemukan, Tim SAR Hentikan Pencarian 1 Warga Hanyut di Tinombo

Warga Hanyut di Tinombo
Tim SAR mengakhiri operasi pencarian 1 warga yang hanyut terseret arus sungai di Desa Sidoan Barat. / Tim SAR

ReferensiA.id – Upaya pencarian warga hanyut di Desa Sidoan Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sudah berlangsung sepekan. Namun hingga Minggu 9 Januari 2002, korban belum juga ditemukan.

Setelah melakukan pencarian selama tujuh hari, tim SAR memutuskan untuk menutup operasi tersebut. Hal itu disampaikan pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan atau SAR Kota Palu.

“Pada Minggu (9 Januari 2022) pukul 07.00 WitaTim SAR gabungan telah melakukan operasi SAR hari ketujuh, dengan hasil nihil,” ungkap Kepala Kantor SAR Kota Palu Andrias Hendrik Johannes dalan keterangan resminya, Minggu malan.

Baca Juga:  Korban Tenggelam di Perairan Pantai Sidoan Parimo Sudah Ditemukan

Sebelum menutup operasi pencarian, Tim SAR telah melakukan pencarian hari ketujuh dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

Tim SRU 1 melaksanakan pencarin di muara sungai dan pesisir pantai Desa Sidoan Barat menggunakan perahu karet.

Semwntara SRU 2 Melaksanakan pencarian dengan menyusuri pinggiran sisi kanan dan kiri sungai dengan berjalan kaki.

Baca Juga:  Nelayan yang Jatuh dari Bagan di Donggala Ditemukan Meninggal

Namun hingga sore hari pencarian belum juga membuahkan hasil. Sehingga pada pukul 17.10 Wita Tim SAR gabungan melakukan D’brifing dan memutuskan operasi pencarian tersebut selesai.

“Diusulkan untuk ditutup, seluruh unsur potensi SAR dikembalikan kesatuan masing- masing,” katanya.

Sebelumnya, seorang warga di Desa Sidoan Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah dilaporkan hilang setelah terseret banjir saat menyeberangi sungai, Senin 3 Januari 2022.

Baca Juga:  Antisipasi Potensi Bencana, Kemampuan Operasi Tim SAR Diuji di Petobo Palu

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pada Senin 3 Januari 2022, sekira pukul 17.00 Wita, Gafur (68) seorang warga Desa Sidoan Barat hendak menyeberangi sungai. Namun kondisi sungai yang sedang banjir menyebabkan pria paruh baya itu terseret dan hanyut.