Dia bilang, pertumbuhan ekonomi Sulteng bisa lebih merata jika sektor-sektor ekonomi kerakyatan seperti pertanian yang menyerap 40 persen lebih penduduk jadi prioritas pertumbuhan.
Menurut dia, paradoks ekonomi yang terjadi di Sulteng tidak lepas dari ketimpangan pertumbuhan ekonomi dari sektor pertambangan.
“Karena kita bertumpu pada satu sektor, yaitu sektor pertambangan yang cuma dinikmati oleh warga kabupaten tertentu saja,” jelasnya.
Terkait data yang disampaikan oleh Abdul Karim Al Jufri, jika dilihat pada situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Juli 2024, mencatat presentase penduduk miskin di Sulteng mencapai 11,77 persen pada Maret 2024.
Sementara pertumbuhan ekonomi selama kuartal I tahun 2024 di Sulawesi Tengah sebesar 10,49 persen berdasarlan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kantor Wilayah Sulteng yang dirilis pada 31 Juli 2024.
Debat perdana kandidat calon gubernur Sulawesi Tengah berlangsung di salah satu stasiun televisi nasional di Jakarat pada Rabu, 16 Oktober 2024 malam. ***
