Iklan HUT korpri

CEO PT Vale Yakin Pemerintah Perpanjang Kontrak Karya Jadi IUPK

CEO PT Vale
CEO PT Vale Febriany Eddy. / ReferensiA.id

ReferensiA.id- Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yakin pemerintah fair menjaga iklim investasi di Indonesia. Karena itu, kontrak karya (KK) PT Vale yang berakhir pada 28 Desember 2025 akan diperpanjang menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).\

CEO PT Vale, Febriany Eddy mengatakan hal itu menanggapi penolakan rencana perpanjangan KK PT Vale oleh 3 gubernur di Sulawesi yakni Gubernur Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengggara.

Baca Juga:  Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati Morowali, Polisi Periksa Dua Saksi

Saat ini, perusahaan malah fokus mengembangkan proyek di tiga wilayah konsesi di tiga provinsi berbeda dan semuanya ditargetkan rampung pada tahun 2025.

Febriany Eddy mengemukakan alasan meyakini bahwa perusahaan yang beroperasi sejak 1968 di Indonesia akan diperpanjang izinnya oleh pemerintah.

“Kami yakin pemerintah pasti akan menjaga iklim investasi,” ungkap Febriany Eddy pada konferensi pers usai penandatanganan The Heads of Agreement antara PT Vale Indonesia, Tbk (PT Vale) dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company (Huayou) di Jakarta, Selasa 13 September 2022.

Baca Juga:  Komitmen PT CPM untuk Pendidikan di Lingkar Tambang Poboya Dapat Tanggapan Positif dari Pengajar

PT Vale sendiri belum mengajukan perpanjangan KK menjadi IUPK, masih sebatas konsultasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). PT Vale akan mempersiapkan diri sebelum mengajukan izin ke pemerintah.

“Kami konsultasi dengan ESDM, proses perpanjangan seperti apa. Kami mempersiapkan diri lebih baik. Kalau sudah siap, kita akan berdialog dengan pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga:  Insan Tambang di CPM Diajak Wujudkan "Tambang Merdeka"

Saat ini, PT Vale memilih lebih fokus pada proyek pengembangan dengan investasi triliunan di tiga blok sebagai wilayah konsesinya yakni Sorowako (Sulsel), Pomalaa (Sultra), dan Bahodopi (Sulteng).