Beruntung, beberapa orang dalam rombongan bisa berbahasa Lauje (bahasa daerah tersebut), dan salah satu petani yang menginap, mencegahnya dan mengatakan bahwa rombongan tersebut, adalah petugas yang mendata pemilu.
“Memang warga di sini, sangat menjaga fasilitas yang dibangun pemerintah, makanya ada yang khawatir, rombongan yang tidak diketahui itu akan merusak fasilitas, ” terang Sofyan, Pantarlih TPS 6.
Lanjut Sofyan, warga di Dusun Tampe, kebanyakan tersebar di beberapa gunung, sehingga dibutuhkan kekuatan lebih dalam melakukan pencoklitan.
“Kita sengaja, naiknya malam hari, agar lebih cepat sampai. karena keesokan harinya, mereka kebanyakan berkumpul di gereja, untuk ibadah. makanya momentum itu, kami kejar, yang kemudian dipastikan, mereka ada di rumahnya. tidak kemana-mana, ” urai Sofyan.
Ketua PPS Desa Palasa Lambori Fitri menambahkan, di wilayah Desa Palasa Lambori memiliki beberapa TPS di dusun terpencil, selain Dusun Tampe, juga ada Dusun Koja, yang tidak kalah terjal.
“Insya Allah, akan kami tuntaskan, semua warga di coklit, termasuk di dusun terpencil,” pungkas Fitri. RED
