Iklan HUT Morowali PT Vale

Cerita Sukses Petani di Kolaka Tingkatkan Produksi dengan Metode SRI Organik

SRI Organik
Panen raya di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. / Ist

ReferensiA.id- Onang Sumarna, pria 55 tahun, menceritakan pengalamannya sukses menanam padi dengan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik.

Menurutnya, pola penanaman SRI Organik lebih mudah dan ramah lingkungan. Selain itu, padi yang ditanam dengan metode SRI Organik sangat produktif dan tentu saja ramah lingkungan.

Buktinya, lahan pertaniannya seluas 0,3 hektare mampu memproduksi beras organik sebanyak 10 karung atau setara 1,2 ton per hektare.

Baca Juga:  Puluhan Ribu Petani di Morowali Didaftarkan ke Bpjamsostek

Kabar baiknya lagi, Onang tidak tergantung pada pupuk dan pestisida yang harganya selangit.

Selain itu, lebih hemat bibit dibandingkan tanam padi secara konvensional.

“Karena penerapan SRI Organik hanya memerlukan bibit sebanyak 3-5 kilogram, sementara yang konvensional sebanyak 70-100 kilogram,” kata Onang.

Dia menjelaskan, selain biaya pembibitan yang murah dibanding pola konvensional, cara menanamnya juga mudah, yakni dengan sistem tanam pindah.

Baca Juga:  Forum CSR Morowali Dibentuk, Jadi Wadah Pelaku Usaha Berdayakan Masyarakat

Dengan sistem ini, benih padi disemaikan terlebih dahulu di lahan yang terpisah, yang biasa disebut lahan persemaian selama 20 sampai 24 hari.

Setelah bibit siap untuk dipindahkan, bibit lalu ditanam ke petakan sawah.

“Jadi kita tidak lagi tergantung pada pemasok pupuk dan pestisida,” jelasnya.

Onang adalah petani di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Dia salah satu petani yang ikut pelatihan program PSRLB selama tujuh bulan terakhir.

Baca Juga:  Vale Cup di Morowali Berakhir, Juara 1 Desa Lahuafu dan Tiga Desa Lainnya

Selain Onang, ada puluhan petani di Kolaka yang menanam padi dengan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik.

Petani didampingi oleh PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), sebuah perusahaan tambang terkemuka, melalui Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB).