Pengembangan infrastruktur wisata mangrove Padabaho meliputi pembangunan ruang pertemuan berkapasitas 100–150 orang, gazebo, serta jalur pejalan kaki yang cerah berwarna-warni.
Pembiayaan dilakukan secara bertahap melalui dana swakelola yang dialokasikan IMIP bagi desa-desa di Kecamatan Bahodopi.
Dengan dibukanya Desa Wisata Mangrove Padabaho, diharapkan dapat berkembang sebagai destinasi unggulan di Morowali dan Sulawesi Tengah. Sekaligus menjadi contoh pengembangan pariwisata yang mengedepankan keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan pelestarian lingkungan. ***
