“Kami secara internal juga sudah lakukan banyak diskusi soal calon kepala daerah yang akan diusung. Pesan DPP, selama kandidat layak untuk membangun kota palu dan bisa bersama-sama PKB maka kita akan dukung,” jelasnya.
PKB berencana akan mengajak semua bakal calon wali kota yang telah mendaftar untuk mengikuti Halal bi Halal bersama Ketua Umum PKB di Makassar pada 5 Mei mendatang.
Untuk memastikan kandidat yang paling pantas untuk didukung, PKB juga bakal melakukan simulasi pemilihan dengan memasangkan sejumlah kandidat yang telah mendaftar. Simulasi itu akan dilakukan secara terbuka kepada publik.
“Kita baru bisa pastikan nanti 27 Agustus siapa yang bakal berpasangan dengan siapa saat mendaftar di KPU. Siapapun yang akan direkomendasikan PKB akan bekerja secara maksimal,” tandasnya.
PKB sendiri merekomendasikan agar ada kader partai yang ikut mendaftar sebagai bakal calon wali kota, namun Ketua DPC PKB Kota Palu H Nanag memastikan partainya akan memilih kandidat yang paling pantas tanpa melihat mereka berasal dari internal partai atau bukan.
“Untuk internal partai, Insyaallah kami juga direkomendasikan. Tapi kalau ada orang di luar struktur yang lebih layak, kami akan rekomendasikan. Kita ingin menang. Keinginan terbesar PKB ingin hatrick di Pilkada Kota Palu,” ujar H Nanang.
PKB berhasil keluar sebagai partai pengusung yang memenangkan Pilkada Kota Palu dua kali berturut-turut, baik saat mengusung Hidayat-Sigit Purnomo (Pasha Ungu) pada Pilkada 2015 maupun saat mengusung Hadianto Rasyid-Renny Lamadjido pada Pilkada 2020.
Pada Pilkada kali ini, PKB Kota Palu punya target untuk bisa mencetak kemenangan tiga kali secara beruntun sebagai partai pengusung calon wali kota. RED
