Forum Mahasiswa Morowali Bersaudara untuk Ahmad Ali juga menyebut wakil ketua umum Partai NasDem tersebut sebagai figur peduli pendidikan. Hal itu disampaikan oleh Agus Rudi Harianto, mahasiswa asal Kabupaten Morowali Utara.
“Ahmad Ali peduli dengan pendidikan. Beliau sering kasih beasiswa dan bantuan untuk para mahasiswa rantau. Itu berlangsung sejak kedua kabupaten ini belum mekar. Dan berbanding terbalik dengan perhatian dari pemkab saat itu,” ujar Agus.
Sebagai informasi, BANUATA merupakan gerakan kerelawanan pendukung Ahmad Ali. Gerakan ini menampung keanggotaan personal, komunitas, atau organisasi.
Presidium Relawan BANUATA, Jasrin Thalib menyebut gerakan kerelawanan ini mengusung mimpi besar ihwal Sulteng sebagai rumah bersama yang bisa membuat warganya maju dan sejahtera bersama.
“Kami sedang menyiapkan struktur di setiap kabupaten,” kata Jasrin. “Kami juga akan menggelar forum TEMALI (Temu Ahmad Ali) keliling ke daerah-daerah. Ini sebuah ruang dialogis, dan forum terbuka untuk warga menguji kandidat.”
Relawan BANUATA, kata Jasrin, menginginkan agar pesta demokrasi daerah ini berlangsung dalam suasana riang gembira, sekaligus menjadi ajang adu gagasan yang sehat.
“Ada komentar sinis bahwa gerakan kami lahir untuk momentum pilkada. Itu tidak sepenuhnya salah; karena, bagi kami, pilkada adalah momentum untuk menawarkan gagasan. Tak elok jika pilkada ini jadi ajang saling serang personal. Apalagi dengan narasi yang membenturkan satu sama lain,” ujarnya.
Sejak dideklarasikan pada 20 Mei 2024, Relawan BANUATA memang mengusung slogan #SultengRumahBersama. Dalam kacamata BANUATA, Sulawesi Tengah merupakan rumah besar dengan keragaman suku, ras, agama, dan bahasa; punya wilayah luas yang terdiri dari kota dan desa.
“Kami memimpikan Sulawesi Tengah sebagai rumah yang bisa memastikan warganya “SETARA” (sejahtera bersama). Rumah yang menyediakan ruang bagi warganya untuk maju serta meraih mimpi. Rumah penuh cinta, kebinekaan, kemajuan, dan kesejahteraan di setiap sudutnya,” dikutip dari Manifesto BANUATA.
