Dorong UMKM Sulteng Jadi Pengekspor, Gubernur Anwar Hafid: Harus Berani

Sulteng
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid

Anwar menyebut Sulawesi Tengah memiliki modal besar untuk mengembangkan ekspor. Sejumlah komoditas unggulan daerah telah memiliki pasar internasional, mulai dari sarang burung walet, durian, kakao, kelapa, tuna, kepiting bakau, hingga berbagai komoditas lainnya.

Ia juga menyoroti perkembangan ekspor durian dari sejumlah daerah, terutama Kabupaten Poso, Parigi Moutong dan Sigi.

Menurut Anwar, potensi tersebut harus dikembangkan secara lebih terintegrasi agar produk Sulawesi Tengah tidak berhenti pada pasar domestik, tetapi mampu bersaing di pasar global.

Baca Juga:  Ketua DPRD Sulteng Harap Kapolda Bekerja Sama dengan Semua Pihak

“Tidak ada yang tidak bisa kalau kita berani. Saya minta semua UMKM harus berani. Jangan takut-takut, harus berani,” ujarnya.

Anwar juga menilai perkembangan konektivitas udara menjadi peluang penting bagi Sulawesi Tengah untuk mempercepat ekspor.

Ia menyebut penerbangan Palu menuju Guangzhou yang saat ini telah tersedia menjadi salah satu pintu bagi pelaku usaha Sulawesi Tengah untuk menjangkau pasar Tiongkok.

Baca Juga:  Pemprov Sulteng Siap Berangkatkan 1.000 Peserta Mudik Gratis

Menurut informasi yang diterimanya, frekuensi penerbangan tersebut ke depan akan semakin bertambah.

“Ini bisa kita manfaatkan. Mudah-mudahan ekspor kita semakin mudah,” kata Anwar.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak, termasuk Badan Karantina Indonesia, memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar produk yang akan diekspor memenuhi persyaratan negara tujuan.

Anwar menekankan bahwa kemudahan akses harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas dan pemenuhan standar produk.

Baca Juga:  Motif Pembunuhan Seorang Gadis di Touna Terungkap, Pelaku Ternyata Kekasih Korban

“Peran Kepala Barantin sangat penting untuk memberikan kita begitu banyak kemudahan, tetapi tentu tetap selektif agar UMKM ini bisa semakin mendunia,” ujarnya.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman memberikan dukungan terhadap gerakan yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tersebut.

Maman mengatakan, kehadiran pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota harus dirasakan langsung oleh pelaku UMKM dalam proses tumbuh dan berkembangnya usaha mereka.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *