Pemprov Sulteng: Ajarkan Anak Bangga Berbahasa Ibu
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Yudiawati V Windarrusliana yang mewakili Gubernur Sulawesi Tengah dalam sambutannya, menegaskan pentingnya menanamkan kebanggaan terhadap bahasa daerah sejak dini.
“Kita ajarkan anak-anak kita terbiasa menggunakan bahasa ibu agar mereka bangga terhadap daerahnya. Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tapi kesempatan untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap bahasa daerah,” ucapnya.
Widyawati juga mengapresiasi peran Balai Bahasa yang konsisten melaksanakan program revitalisasi bahasa daerah, serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Pelestarian bahasa daerah tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh pemerintah. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan,” tegasnya.
Tunas-Tunas Bahasa untuk Masa Depan
Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 diikuti 96 peserta dari jenjang SD dan SMP dari berbagai kabupaten/kota. Mereka berkompetisi dalam berbagai lomba bertema bahasa dan sastra daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya mampu berbicara dalam bahasa daerah, tetapi juga mencintai dan melestarikannya sebagai warisan budaya leluhur.
FTBI menjaadi investasi kebudayaan. Dari tutur leluhur, membangun masa depan yang berakar pada identitas daerah.
Selain itu, pada malam pembukaan FTBI juga dirankai dengan pengumuman pemenang Penghargaar Kebahasaan dan Kesastraan Sulawesi Tengah Tahun 2025.
Penghargaan dan piagam diberikan kepada empat pemenang, yakni Agustin Suryaningsih Torunde untuk kategori Penghargaan Sastra Indonesia/Daerah, Pardi Salama untuk Penghargaan Pelestari Bahasa Daerah, H Mas’amah Mufti untuk Penghargaan Maestro Sastra Daerah dan ReferensiA.id sebagai pemenang Penghargaan Media Berdedikasi dalam Berbahasa Indonesia.
Kegiatan dimeriahkan penampilan baca puisi hingga paduan suara berbagai bahasa daerah oleh para peserta FTBI 2025. ***
