Iklan HUT Morowali PT Vale

Gegara Video Lansia Kelaparan, LKS Al Kautsar Bakal Diaudit

Gegara Video Lansia Kelaparan
Para lansia di panti jompo milik Yayasan Al Kautsar saat dikunjungi Anggota DPRD Kota Palu. / ReferensiA.id

ReferensiA.id – Gegara video lansia kelaparan yang diunggah di youtube oleh ketua yayasan, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Al Kautsar bakal diaudit.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palu Romi Sandi Agung kepada wartawan ReferensiA.id, Kamis 24 Februari 2022.

Tindakan itu merupakan respons dari pemerintah terkait adanya video yang diunggah di youtube dengan judul “Lansia Panti Jompo Kelaparan” oleh Ketua Yayasan Al Kautsar Sabrin O Ladongi.

Baca Juga:  BLT BBM di Kota Palu Sudah Mulai Disalurkan Hari Ini

Sebelumnya, Ketua Yayasan Al Kautsar Sabrin O Ladongi mengaku prihatin dengan kondisi penghuni panti jompo yang dikelolanya. Sudah sepekan terakhir 7 lansia yang usianya rerata 80 tahun ke atas, terpaksa hanya makan nasi putih tanpa ada lauk.

Hal itu pun diunggah di youtube. Ia menyebut yayasannya sudah tidak lagi mendapatkan bantuan pemerintah, khusunya dari Dinas Sosial Kota Palu.

Baca Juga:  Capaian Vaksinasi Lansia Masih Jauh dari Target di Sulteng

Kepada wartawan, Sabrin bahkan mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Provinsi selama 18 tahun.

Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Romi Sandi Agung bilang, berdasarkan tugas dan fungsi LKS pasal 5 dan 6 Permensos nomor 184 tahun 2011, bahwa LKS merupakan mitra pemerintah, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dalam rangka penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Baca Juga:  Bantuan Rp1 Juta per KK di Sulteng Cair Sebelum Lebaran

Olehnya, dengan pendirian LKS berdasarkan peraturan menteri tersebut, diharapkan LKS dapat otonom dan mandiri.

Romi pun menyayangkan pernyataan Ketua Yayasan LKS Al Kautsar yang menyebut pemerintah tidak membantu.

“Kita sudah bantu, seharusnya sudah bisa mandiri. Karena di Kota Palu ini ada banyak LKS, ada 38 LKS yang juga harus kita bantu,” ujar Romi.