Haul ke-58 Guru Tua Diperkirakan Bakal Dihadiri 75.000 Orang, Ini Jadwal Rangkainnya

Haul ke-58 Guru Tua
Sekjen PB Alkhairaat Djamaludin Mariadjang (kiri). / ReferensiA.id
  • Festival Raudhah (28 – 30 Maret 2026)

Rangkaian awal yang dimeriahkan dengan bazaar kuliner dan kegiatan sosial di lingkungan sekitar, termasuk penampilan karya seni umat islam, khususnya abnaul khairaat, yang akan dipamerkan dalam bentul festival seni budaya Islam.

  • Rauhah (31 Maret 2026)

Berpusat di Masjid Alkhairaat, dengan agenda antara lain qiraatul kitab, tahlil, maulid dan dzikir.

  • Puncak Haul (1 April 2026)

Pembacaan Surah Yasin dan Tahlil, pembacaan manaqib (biografi) Guru Tua, testimoni murid, serta amanah Ketua Utama Alkhairaat.

Haul ke-58 bakal dihadiri sejumlah menteri maupun kepala daerah. Pada rangkaian kegiatan, juga bakal dihadiri tokoh-tokoh lintas agama.

“Ini sebegai pembenaran eksistensial bahwa Guru Tua sebagai tokoh bangsa, hadir di tengah masyarakat yang memberikan dampak luas,” ujar Sekjen PB Alkhairaat memaknai Haul Guru Tua.

Sosok Teladan yang Dinantikan Jadi Pahlawan Nasional

Nama Habib Idrus bin Salim Al Jufri atau lebih dikenal dengan sebutan Guru Tua, bukan hanya sosok teladan bagi jutaan abnaul khairaat (anak-anak Alkhairaat), tapi juga masyarakat yang lebih luas.

Jumlah orang yang tumpah ruah setiap kali haul akbar Guru Tua digelar, menjadi salah satu bukti kecintaan masyarakat kepada sosok pejuang pendidikan bangsa itu.

Djamaluddin Mariadjang menyebut, Haul Guru Tua merupakan momentum untuk meneguhkan keteladanan dan memahami peran historis Guru Tua pada sendi kehidupan masyarakat.

Dia mengungkap dua makna utama pelaksanaan haul, yakni yang pertama pada dimensi keteladanan sosio-religius. Di mana sosok Guru Tua adalah teladan pada aspek keilmuan maupun akhlaknya.

Dia mengibaratkan Guru Tua sebagai lampu (pelita), sementara masyarakat adalah menyiknya, yang tak dapat dipisahkan. Guru Tua dianggap sebagai ruh yang menghidupkan akhlak umat dan masyarakat.

“Makna dasar kedua yaitu, beliau berperan besar dalam membangun bangsa ini. Membangun sekolah-sekolah di pedalaman. Guri Tua yang kita peringati bukan sebagai pribadi, tapi sosok yang berdampak luas di masyarakat secara historis kultural,” katanya.

Melihat sejarah perjuangan Guru Tua mencerdaskan bangsa ini, menjadi sangat pantas sosok tersebut diperjuangkan menjadi Pahlawan Nasional.

Perannya yang hadir langsung mencerdaskan dan membangun pondasi akhlak anak-anak bangsa yang beragam, menjadi tali pengikat Guru Tua dengan kehidupan sosial masyarakat.

Olehnya, Haul Guru Tua tidak dapat dilihat sebagai kegiatan seremonial saja. Sebab terdapat nilai historis perjuangan Guru Tua yang harus selalu dirawat.

“Guru Tua yang kita peringati haulnya itu hadir dalam akar sejarah bangsa, hadir dalam membangun keteladanan akhlak masyarakat,’” tegas Sekjen PB Alkhairaat itu.

Nama Guru Tua atau Habib Idrus bin Salim Al Jufri telah diusulkan untuk mendapat gelar pahlawan nasional. Pemberian gelar sempat mencuat pada tahun lalu. Namun nama Guru Tua belum ditetapkan pada penetapan pahlawan nasional di Hari Pahlawan 10 November 2025 silam.

Meski demikian, nama Guru Tua diyakini bakal segera ditetapkan sebagai salah satu pahlawan nasional. Bahkan, pihak PB Alkhairaat menyebut tengah mempersiakan dokumen kelengkapan administrasi yang dibutuhkan untuk syarat pemberian gelar pahlawan nasional bagi Guru Tua.

“Kita memperoleh informasi langsung dari Dewan Gelar, pada tahun ini Guru Tua akan dinobatkan jadi pahlawan nasional. Kita diminta secara dministratif untuk memperbarui dokumen. Kita berdoa bersama agar bangsa ini dengan niat yang tulus Guru Tua bisa mendapatkan gelar pahlawan nasional,” ujar Djamaludin Mariadjang. MIL

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version