Iklan Imlek DPRD prov

Jatah Pupuk Subsidi Naik Hampir Tiga Kali Lipat di Sulteng

Jatah pupuk subsidi
Rapat koordinasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida di Sulawesi Tengah. / Ist

ReferensiA.id- Sulawesi Tengah akan mendapat alokasi pupuk bersubsidi pada 2023 sebanyak 200 ton. Jumlah ini naik 186 persen atau hampir tiga kali lipat dibandingkan jatah pupuk subsidi tahun 2022 yang masih 70 ton.

Pj Sekda Provinsi Sulteng, Dr H Rudi Dewanto SE MM selaku Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Provinsi Sulteng mengatakan, peningkatan alokasi pupuk bersubsidi Sulteng tahun 2023 terkait dengan pengembangan kawasan strategis food estate untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Baca Juga:  Petani Binaan PT Vale Panen Lagi, Hasilkan Hampir 5 Ton Gabah per Hektare

Data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng, alokasi sejumlah pupuk bersubsidi tahun 2022 di antaranya Urea, NPK dan NPK formula khusus, lebih dari 70 ton.

Namun, jumlah akumulasi ketiga pupuk bersubsidi tersebut untuk 2023 meningkat pesat hingga lebih dari 200 ton.

Rudi Dewanto meminta prinsip-prinsip 6T (tepat mutu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat harga, tepat waktu dan tepat tempat) tetap dipedomani dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Baca Juga:  Lagi, PT Vale Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Luwu Timur

“Di sinilah bagian pentingnya Bapak Ibu untuk berkoordinasi agar dapat memonitor dan mengawasi atas peredaran pupuk dan pestisida di wilayah masing-masing sesuai 6T,” kata Rudi Dewanto saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) KP3 di Polibu, Selasa 29 November 2022.

Di bagian lain, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (Kadis TPH) Sulteng Nelson Metubun SP mengingatkan peserta bahwa persoalan pupuk kian kompleks sehingga pertemuan seperti ini penting untuk mengurai masalah dan mencari solusi terbaik.

Baca Juga:  Pupuk Organik Buatan Kelompok Usaha di Pantoloan Makin Diminati, Produksi 300 Karung Per Hari

Ditambah lagi dalam 2 tahun terakhir tidak pernah dilaksanakan rakor KP3 tingkat provinsi akibat dampak pandemi Covid-19.