Iklan HUT korpri

Kawasan PT IMIP Langganan Banjir, Anggota DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan

Kawasan PT IMIP
Banjir di kawasan pertambangan. / Ist

ReferensiA.id- Dampak lingkungan pertambangan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dapat sorotan dari Anggota DPR RI. Termasuk kawasan PT IMIP yang jadi langganan banjir, juga jadi perhatian.

Anggota Komisi III DPR RI Anwar Hafid meminta pemerintah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP).

Hal itu diutarakan Anwar Hafid kepada wartawan saat menanggapi terkait banjir yang baru saja melanda Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, yang masuk wilayah kawasan PT IMIP di Kabupaten Morowali awal pekan ini.

Baca Juga:  Mensos Bantu Rp878 Juta di Sigi, Rp259 Juta Berupa Logistik di Kota Palu

Menurut Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu, pengawasan ketat perlu dilakukan oleh pemerintah, tidak terkecuali oleh pemerintah kabupaten maupun provinsi.

“Pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan lakukan pengawasan ketat atas pengelolaan lingkungan akibat kegiatan pertambangan yang ada di Morowali dan Morut, tidak terkecuali IMIP,” ujarnya, Rabu 29 Juni 2022.

Baca Juga:  Sebanyak 15 Kejadian Banjir dalam Sepekan Awal Oktober

Mantan bupati Morowali dua perode mengatakan, tidak menutup kemungkinan banjir yang baru saja melanda Desa Bahomakmur juga akan terjadi di daerah lain sekitaran tambang, jika pengelolaan lingkungan tidak dilakukan dengan baik.

“Hari ini mungkin (Desa) Bahomakmur, besok-besok bisa daerah lainnya di mana aktivitas pertambangan masif, sementara upaya kelola lingkungan minim,” katanya.

Baca Juga:  Ada Cukong di Antara Konflik Warga dengan PT CPM

Seperti diketahui, terjadi banjir di Desa Baho Makmur, Kecamatan Bahodopi, Morowali pada Senin, 27 Juni 2022 lalu. Akibatnya, puluhan rumah warga, jalan dan sejumlah kendaraan di sekitar kawasan PT IMIP itu terendam banjir.