Iklan HUT Morowali PT Vale

Kepala Pelabuhan Bunta Ditahan Penyidik Kejati Terkait Pemerasan

Kepala pelabuhan Bunta ditahan
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah menahan Kepala Pelabuhan Bunta terkait kasus pemerasan atau pungli. / Ist

ReferensiA.id- Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) menahan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis 7 Juli 2022.

Kepala Pelabuhan Bunta ditahan oleh kejaksaan sebagai upaya pemberantasan mafia pelabuhan. Kepala pelabuhan berinisial DG ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka pemerasan dalam jabatan (pungli) terkait pengurusan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) PT AMS berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Nomor : Print-01/P.2/Fd.1/07/2022 tanggal 06 Juli 2022.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Residivis Pelaku Curas di Kota Palu, Beraksi di Sejumlah Lokasi

Tersangka DG ditahan untuk 20 (dua puluh hari) ke depan terhitung mulai 7 Juli 2022 sampai dengan 26 Juli 2022, di rumah tahanan (Rutan) kelas II Palu berdasarkan Surat Perintah Penahanan Tingkat Penyidikan Nomor : Print-01/P.2.5/Fd.1/07/2022 Tanggal 07 Juli 2022.

Menurut pihak kejaksaan, DG diduga melakukan pemerasan terhadap beberapa perusahaan pelayaran yang menggunakan PT AMS selaku agen, dengan modus tersangka DG tidak akan menerbitkan surat persetujuan berlayar apabila permintaan sejumlah uang tidak dipenuhi.

Baca Juga:  Tersangka Korupsi Stadion Banggai Laut Akhirnya Ditahan

Diduga tersangka DG meraup ratusan juta rupiah dalam sekali mengeluarkan SPB.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH MH melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulteng Reza Hidayat mengatakan, penahanan terhadap tersangka dilakukan karena adanya kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana sesuai dengan Pasal 21 ayat (1) KUHAP.