“Kita cek, jika tidak ada proyek yang butuh pembayaran dengan dana besar, maka patut dipertanyakan. Pasti arahnya seperti itu,” ujarnya sembari menceritakan pengalamannya selama menjadi pengawas pemilu.
Tentu saja, kata dia harus bersinergi dengan KPU dan seluruh elemen masyarakat. Sebab, personel Bawaslu dan jajarannya sangat minim. Sementara pemilih di Sulawesi Tengah jumlahnya mencapai jutaan.
“Memang kami menyadari bahwa pasukan kami sangat minim, sementara DPT di Sulteng jutaan. Pelaku ini adalah pemilih juga,” ungkapnya.
Oleh karena itu, dia kembali menegaskan pentingnya bersinergi dengan semua pihak. “Ini akan kami terus dorong dan terus tingkatkan kerja sama. Kita ingin teman-teman (parpol) memperoleh suara, memperoleh kursi dengan cara yang baik, cara yang benar,” ujarnya saat menutup kegiatan sosialisasi.
Anggota Bawaslu Sulteng, Nasrun saat membuka kegiatan berharap, sosialisasi dan penandatanganan MoU ini bukan hanya kegiatan seremoni namun mendorong pengawasan partisipatif.
Artinya, kata dia semua elemen masyarakat dan lembaga negara bersama-sama melakukan pengawasan bersama pada Pemilu 2024.
“MoU tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah komitmen dan kepedulian bersama menjaga dan mengawasi jalannya agar pemilu aman dan demokratis sesuai tagline kami ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’,” jelas Nasrun. RED
