ReferensiA.id- Kehadiran PT Vale Indonesia Tbk di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) diharapkan menjadi salah satu solusi peningkatan ekonomi masyarakat secara luas. Harapan itu datang dari Ketua Komisi 3 DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), Arnila HM Ali.
Menurut politisi asal Morowali ini , kehadiran perseroan dengan kode Emiten INCO itu sebenarnya sudah dinantikan sejak lama, mengingat lokasi konsesi perseroan yang kini telah menjadi bagian dari MIND ID, sempat menganggur.
“Kami hari ini sangat senang karena PT Vale ada keterbukaan. Artinya apa yang kita tidak ketahui kita jadi tahu,” ungkap legislator dari Daerah Pemilihan Morowali – Morowali Utara itu usai rapat dengar pendapat bersama manajemen PT Vale di DPRD Sulteng, Rabu 4 Maret 2026.
RDP digelar untuk membahas beberapa hal, termasuk terkait aspirasi masyarakat di lingkar tambang. Arnila menyinggung soal pentingnya peningkatan tenaga kerja lokal dan dukungan terhadap usaha mikro, kecil dan menengah di wilayah operasional oleh PT Vale.
Pada kesempatan itu, Haji Cica sapan akrabnya berharap PT Vale dapat menjadi contoh Perusahaan pertambangan lainnya, mengingat rekam jejaknya dalam mengelola pertambangan sangat bagus di area operasionalnya di Sorowako.
“Mudah-mudahan mereka (PT Vale) menjadi yang terbaik, menjadi percontohan lah untuk perusahaan-perusahaan yang lain,” jelasnya.
“Besar harapan kami lah dengan hadirnya Vale. Yang mana dulu Vale memang sangat dinanti-nantikan di Morowali. Karena begitu lama menganggur ini lokasi dan Alhamdulillah mereka hadir,” katanya.
Seperti diketahui, PT Vale kerap dipuji oleh berbagai pihak, dari pemerintah hingga pengamat, terutama karena kemampuan dalam pengelolaan lingkungan dengan praktik pertambangan berkelanjutan (ESG) berstandar internasional yang diawali sejak puluhan tahun di blok Sorowako.



















