Iklan HUT Morowali PT Vale

KM Sabuk Nusantara 89 Mulai Berlayar, Harga Tiket Super Murah

KM Sabuk Nusantara 89
Gunting pita peresmian penggunaan KM Sabuk Nusantara 89. / Ist

ReferensiA.id- KM Sabuk Nusantara 89 mulai berlayar ditandai dengan peresmian penggunaan kapal perintis itu di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah pada Sabtu 28 Agustus 2022, sore.

Kapal ini akan melayani rute Palu-Samarinda-Bontang-Ogoamas-Malala-Tolitoli-Maratua. Harga tiket yang super murah dari termurah Rp5.498 dan tertinggi Rp 19.026 per orang.

Gubernur Sulawesi Tengah H Rusdy Mastura diwakili Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah Sisliandy menyatakan, pemerintah daerah menyambut baik dan mengapresiasi pelayaran perdana KM Sabuk Nusantara 89.

Baca Juga:  Ini Jadwal KM Sabuk Nusantara 89 untuk Pelayaran Selama September 2022

Menurutnya, pelayaran perdana KM Sabuk Nusantara 89 merupakan momentum untuk meningkatkan pelayanan kapal penumpang di Sulawesi Tengah yang membawa manfaat bagi perekonomian dan perhubungan.

Melalui Kadis Perhubungan, Gubernur H.Rusdy Mastura berharap KM Sabuk Nusantara 89 dapat memberikan solusi alternatif bagi moda layanan transportasi laut di Sulteng.

“Jangan lupa berdoa sebelum berangkat dan tetap patuhi serta taati rambu-rambu transportasi,” pungkasnya.

Baca Juga:  Ini Jadwal KM Sabuk Nusantara 89 untuk 26 September Hingga 8 Oktober 2022

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Palu, Mursidi mengungkapkan KM Sabuk Nusantara 89 merupakan kapal perintis yang bisa menampung 450 penumpang.

Kapal ini akan melayani rute perintis kota dan kabupaten di Sulawesi Tengah serta Kalimantan.

Hadirnya kapal ini diharapkan bisa mempermudah akses warga yang akan menuju ke kota-kota kecil di Sulawesi Tengah serta Kalimantan.

Baca Juga:  Jadwal Keberangkatan dan Kedatangan KM Sabuk Nusantara 89 Tanggal 15-27 November 2022

“KM Sabuk Nusantara 89 ini hadir ntuk meningkatkan konektivitas nusantara terutama di wilayah Timur dengan tarif relatif murah dengan fasilitas yang memadai,” ujarnya seperti dikutip di situs Kemenhub.