KPU bersama tim panelis telah menyiapkan 12 pertanyaan untuk masing-masing segmen kedua dan ketiga pada pendalaman visi misi. Setiap pasangan calon diberikan kebebasan memilih empat pertanyaan di setiap segmen.
Sebagai inovasi, KPU Palu juga akan mengurangi durasi iklan layanan masyarakat dari enam menit menjadi tiga menit. Sisanya dialokasikan untuk penampilan yel-yel dari masing-masing tim pasangan calon secara langsung. Namun, Idrus mengingatkan bahwa pelaksanaan yel-yel harus tertib. “Jika ada pelanggaran, yel-yel bisa saja dihilangkan dari siaran langsung,” tegasnya.
Idrus berharap debat ini menjadi ajang untuk memperlihatkan visi, misi, dan program pasangan calon secara komprehensif.
“Debat ini bukan sekadar formalitas, tetapi kesempatan bagi pasangan calon untuk menunjukkan komitmen mereka dalam memimpin kota Palu ke depan” tutupnya.
Debat terakhir ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru kepada masyarakat Palu dalam menentukan pilihan. BIM
