Kasubbag Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Anita Yudistira dalam sambutannya menyampaikan, pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan bahasa Kaili melalui pelatihan bagi guru master yang kemudian akan mengimbaskan kembali kepada teman sejawat, siswa atau anggota komunitas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Yudiawati Vidiana membuka secara langsung kegiatan itu.
Dalam sambutannya, Yudiawati bilang kepunahan bahasa daerah terjadi ketika bahasa tersebut tidak digunakan, dan semakin berkurangnya penutur bahasa daerah menjadi salah satu faktor penyebab kepunahan bahasa daerah itu sendiri.
“Jangan tinggalkan ciri khas bangsa kita, yaitu bahasa ibu sehingga kepunahan bahasa daerah tidak terjadi” ujar Yudiawati dalam sambutannya.
Selama kegiatan, para peserta diberikan materi tentang dasar-dasar membaca dan menulis cerpen, puisi, mendongeng, tembang tradisi, pidato dan komedi tunggal berbahasa daerah.
Keenam materi tersebut akan diajarkan kembali oleh peserta ToT ke sesama rekan guru dan murid di sekolah dan komunitas masing-masing.
Pelatihan ini menggabungkan praktik dan materi. Pemateri membimbing peserta baik secara individu maupun kelompok.
Peserta juga sangat aktif dalam berinteraksi secara langsung dengan pemateri.
Melalui kegiatan ini, bahasa Kaili diharapkan dapat tetap terjaga kelestariannya dengan memunculkan tunas-tunas baru penutur bahasa ibu yang mencintai bahasa daerahnya. RED
