News  

Mantan Napiter di Poso Ini Ajak Masyarakat Sama-sama Jaga Keamanan

Napiter
Mukhrin Uke alias Abi Afnan. / Ist

ReferensiA.id- Mukhrin Uke alias MU alias Abi Afnan, adalah mantan narapidana kasus terorisme (Napiter) yang kini telah memilih jalan “lurus” sebagai warga negara Indonesia. Ia mengajak seluruh masyarakat, khusunya di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, ikut menjaga kedamaian.

Pria yang berdomisili di Desa Maranda, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, bersama dengan istri dan anaknya itu, sebelumnya pernah ditangkap oleh pihak kepolisian, tepatnya pada 22 Desember 2012 di wilayah Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.

Ia ditangkap karena keterlibatannya bersama kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yakni menyembunyikan informasi keberadaan kelompok mendiang Santoso alias Abu Wardah.

Ia juga dianggap memberikan fasilitas berupa tempat dan lain-lain kepada kelompok mendiang Santoso alias Abu Wardah, serta kepemilikan senjata api.

Atas keterlibatannya itu, Mukhrin Uke alias MU divonis hukuman pidana penjara selama 4 (empat) tahun.

Namun kini ia telah bebas dari pesakitan. Ia lantas menjalani hidup dengan beraktivitas sebagai pebisnis buah-buahan.

Ia menjual buah seperti durian, tergantung permintaan distributor atau konsumen. Ia sering mengirim dan menjual buah ke wilayah pulau Kalimantan.

Dia telah meninggalkan kehidupan lamanya. Kini ia telah kembali menjadi masyarakat yang menginginkan kedamaian.

Pria yang akrab disapa Abi Afan di Desa Maranda itu pun mengajak seluruh pihak untuk sama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabuoaten Poso, terutama situasi yang ada di wilayah Kecamatan Poso Pesisir Utara.

“Apa yang pernah terjadi beberapa tahun silam dijadikan pengalaman serta pembelajaran,” katanya.

“Saat ini situasi sudah aman dan kondusif, sehingga dengan itu mari kita jaga bersama-sama, karena kalau situasi aman dan kondusif tentunya juga semua pihak merasa aman dan tentram,” jelasnya.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google NewsIklan Bawaslu Morowali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *