Ia menilai penguatan anggaran pendidikan, peningkatan kapasitas guru, pengembangan vokasi, literasi digital, riset, serta akses pendidikan bagi generasi muda di daerah harus menjadi perhatian utama dalam penyusunan RAPBN 2027.
“Sulawesi Tengah memiliki potensi besar, baik dari sektor sumber daya alam maupun generasi mudanya. Karena itu, kebijakan nasional harus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan pemuda,” tambahnya.
Sejalan dengan berbagai agenda dan aspirasi yang selama ini diperjuangkan, Nilam juga menegaskan pentingnya penguatan ekosistem pendidikan berbasis teknologi, pengembangan talenta muda, literasi digital, serta pemberdayaan perempuan dan generasi muda sebagai fondasi pembangunan daerah.
Isu tersebut selama ini menjadi perhatian utama Nilam Sari Lawira melalui berbagai kegiatan kemitraan dengan lembaga pemerintah, BRIN, komunitas pendidikan, pelajar, hingga pelaku ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah.
Melalui Rapat Paripurna DPR RI tersebut, Nilam berharap agenda nasional yang disusun pemerintah dapat menghasilkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat kualitas manusia Indonesia secara merata.
“Pembangunan Indonesia harus berjalan beriringan antara kemajuan ekonomi dan pembangunan manusianya. Pendidikan, riset, inovasi, serta penguatan generasi muda harus menjadi prioritas agar daerah seperti Sulawesi Tengah semakin maju dan berdaya saing,” tutup Nilam. ***
