Iklan HUT Sulteng DPRD

Oknum Dosen Untad Dilapor ke Polisi Terkait Dugaan Pelanggaran Hak Cipta

Dugaan pelanggaran hak cipta
Ilustrasi. / Pakar Dokumen

“Mengapa demikian, karena dalam karya ilmiah tersebut selain tidak menyebutkan sumbernya dengan jelas (pencipta). Penulis juga mengubah penamaan pola gerak, kostum bahkan mengurangi jumlah pola gerak yang ada,” katanya.

Dia menambahkan, memang benar dalam UU Hak Cipta pasal 44 untuk kepentingan pendidikan/karya ilmiah, pengambilan suatu ciptaan bukan merupakan sebuah pelanggaran hak cipta. Tetapi harus menyebutkan sumbernya dengan jelas.

“Jadi menurut kami ada yang coba disembunyikan oleh penulis. Mungkin jika penulis menyebutkan nama pencipta Tari Pontanu dan bahwa Tari Pontanu telah pernah ditulis dalam karya ilmiah berjudul Inventaris Kesenian Sulawesi Tengah terbitan Kanwil Dikbud Lrovinsi Sulawesi Tengah tahun 1978, maka karya ilmiah tersebut bukan suatu hal yang baru lagi karena dalam karya tulis ilmiah International Jurnal Of Scientific & Technology Research Volume 9, 03 March 2020 ‘Cultivation, Education And Arts In The Meaning Of The Pontanu Dance Movement In The Disruptive Era’ penulis juga menyampaikan belum pernah ada yang menulis dan meneliti tentang Tari Pontanu ciptaan Hasan M Bahasyuan,” Takbir menguraikan.

Sebelumnya, usaha mediasi permasalahan ini telah ditempuh oleh pihak ahli waris, setelah somasi pertama pada 5 Mei 2020 tidak diindahkan oleh pihak teradu. Maka kuasa ahli waris mengirimkan surat somasi kedua dan direspons oleh pihak Universitas Tadulako dengan melakukan mediasi pada 19 Juni 2020.

Dalam somasi tersebut, pihak Universitas Tadulako menyarankan kepada pihak teradu untuk segera menemui ahli waris dan bicarakan secara kekeluargaan. Tetapi itupun tidak dilakukan.

Atas hal tersebut, pada 9 Juli 2020 pihak ahli waris melakukan pengaduan kembali kepada pihak Kemenkumham Provinsi Sulteng. Atas pengaduan tersebut pihak Kemenkumham Sulteng melakukan mediasi namun tidak terdapat titik temu.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google NewsIklan Bawaslu Morowali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *