Iklan HUT Sulteng DPRD

Oknum Dosen Untad Dilapor ke Polisi Terkait Dugaan Pelanggaran Hak Cipta

Dugaan pelanggaran hak cipta
Ilustrasi. / Pakar Dokumen

“Kemudian pihak Kemenkumham Sulteng menjadwalkan mediasi berikutnya dengan menghadirkan saksi ahli. Namun sampai saat ini mediasi tersebut tidak terlaksana,” jelas Takbir menambahkan.

“Setelah kurang lebih 2 tahun tidak ada kejelasan terkait permasalahan tersebut, untuk mendapatkan kepastian hukum, sebagai hak warga negara Indonesia maka pada 14 Juni 2022 ahli waris mengadukan permasalahan tersebut pada pihak Dirkrimsus Polda Sulawesi Tengah Subdit Indag, dan saat ini telah melewati proses pengambilan keterangan saksi-saksi,” kata dia.

Kuasa hukum mengatakan, ahli waris sangat berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dan mendapatkan keputusan inkrah di pengadilan, sebagai dasar merevisi atau menarik penulisan karya ilmiah tersebut agar tidak menjadi rujukan atau acuan pada penelitian-penelitian ilmiah berikutnya, bahkan menjadi bahan ajar pada sekolah-sekolah.

“Agar tidak mencederai karya cipta personal yang merupakan hak eksklusif pencipta serta hak moral sesuai UU Hak Cipta No 28 Tahun 2014 terkait Hak Moral dan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan serta norma-norma hukum lain yang berlaku di Indonesia, apalagi saat ini program pemerintah menjadikan tahun 2022 sebagai tahun hak cipta, jadi ahli waris berharap ini menjadi perhatian seluruh pihak,” tandasnya.

Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan Kepolisian, laporan ahli waris saat itu diterima oleh penyidik pembantu Aiptu Aprianis Khiky.

Sementara itu, oknum dosen Untad Andi Imrah Dewi yang coba dikonfirmasi belum memberikan tanggapan. RED

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google NewsIklan Bawaslu Morowali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *