“Daripada saya konsumsi obat sintetik, saya lebih baik minum yang herbal. Kami juga biasa mengkonsumsi beras organik Matano Rice. Lebih sehat,” ungkapnya.
Senior Manager Social Development Program (SDP) PT Vale, Ardian Indra Putra mengungkapkan, Pojok Jamu diharapkan bisa menjadi alternatif dari ketergantungan obat-obatan kimia, sekaligus memanfaatkan dengan optimal sumber daya yang ada di sekitar masyarakat.
“PT Vale berkomitmen dan konsisten untuk menginisiasi strategi bahwa kesehatan itu bisa diperoleh dari lingkungan alam sekitar kita. Dan juga Pojok Sehat bisa menjadi wisata sehat di Sorowako yang kemudian bisa direplikasi pemerintah atau pihak terkait,” ujarnya.
Seperti diketahui, HIPHO adalah komunitas kader binaan program Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) herbal yang digagas PT Vale dan Dinas Kesehatan, serta mendapat pendampingan dari Yayasan Aliksa.
Saat ini anggota HIPHO sudah mencapai 33 orang. Domisili para anggota tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.
Program UKBM Herbal dijalankan sejak 2016 yang merupakan salah satu program unggulan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale.
Melalui program ini, masyarakat diberikan sejumlah pelatihan, yakni, pengetahuan ekologi tanah, herbal dasar, pengenalan penyakit dan penanganannya dengan tumbuhan herbal, pengolahan hasil Tanaman Organik Berkhasiat Obat (Tobat), kewirausahaan jamu, herbal lanjutan, penyehat tradisional ramuan dan keterampilan pijat refleksi dan tradisional serta hipnoterapi.
Hingga kini total warga yang mengikuti program tersebut mencapai 323 orang, terdiri 299 perempuan dan 24 laki-laki. RED
