Iklan HUT korpri

Pembubaran Demo Telan Korban, Walhi Desak Kapolri Lakukan Evaluasi

Pembubaran Demo Telan Korban
Aksi demonstrasi tolak tambang PT Trio Kencana di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. / ist

ReferensiA.id – Sejumlah pihak angkat bicara usai insiden demonstrasi berakhir ricuh dan pembubaran demo telan korban jiwa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kali ini, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang mengeluarkan pernyataan keras, bahkan Walhi desak Kapolri lakukan evaluasi.

Direktur Eksekutif Walhi Sulawesi Tengah Sunardi Katili mengatakan, Walhi mengutuk tindak kekerasan Kepolisian di Sulawesi Tengah yang diduga mengakibatkan kematian warga saat melakukan pembubaran massa aksi unjuk rasa di Parimo.

Baca Juga:  Gubernur Perintahkan Tangkap Korlap Demo, FRAS: Sikap Anti Demokrasi

Seperti diketahui, aksi penolakan tambang PT Trio Kencana di Kecamatan Toribulu, Kasimbar, dan Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah berakhir ricuh, Sabtu 12 Februari 2022.

Walhi menilai aksi drmonstrasi warga itu justru ditanggapi dengan tindak kekerasan oleh aparat kepolisian. Aksi itu sampai mengorbankan nyawa seorang warga. Dan puluhan warga lainnya sempat ditahan.

Baca Juga:  Anggota Polres Parimo Bripka H Jadi Tersangka Penembakan Erfaldi

Korban meninggal atas nama Erfaldi (21) mahasiswa dari Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong dilaporkan tewas diduga terkena tembakan di perutnya.

Kata Sunardi, aksi penolakan warga terhadap rencana pertambangan emas ini sendiri telah berlangsung lama. Aksi-aksi penolakn terhadap PT Trio Kencana sudah dimulai sejak tahun 2010.

“Ketika izin PT Trio Kencana dikeluarkan Pemprov Sulteng, penolakan sudah muncul dari masyarakat Kecamatan Tinombo Selatan,” ungkap Sunardi.

Baca Juga:  Kapolda Minta Maaf, Belasan Senjata Personel Polisi Diamankan

Seiring waktu, aktivitas pertambangan tidak lagi berjalan. Sunardi menambahkan, namun secara tiba-tiba, pada tahun 2020, status IUP PT Trio Kencana dinaikkan menjadi IUP Operasi Produksi oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan luasan 15.725 hektare.