Iklan HUT Morowali PT Vale

Pemerintah Salurkan Rp23 Miliar untuk Penyintas Terorisme di Sulteng

Penyintas Terorisme di Sulteng
Pemerintah salurkan Rp23 miliar untuk penyintas terorisme di Sulteng. / Ist

ReferensiA.id – Ketua Lembaga Perlidungan Saksi dan Korban (LPSK), Drs Hasto Atmojo Suroyo, M Krim mengungkapkan, pemerintah salurkan Rp23 miliar untuk penyintas atau korban terorisme masa lalu (KTML) di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Menurutnya, dari semua daerah, penyintas terorisme di Sulteng paling banyak menerima kompensasi KTML.

“20 peristiwa dengan 142 korban dan nilai total (kompensasi) lebih dari Rp23 miliar,” ungkap Hasto Atmojo Suroyo saat penyerahan kompensasi bagi KTML di ruang Polibu kantor Gubernur Sulteng, Jumat 4 Maret 2022.

Baca Juga:  Berkunjung ke Gang Sempit, Wali Kota Palu Pungut Sampah dan Janjikan Bedah Rumah ke Warga

Lebih lanjut, dia jelaskan bahwa kriteria KTML, antara lain peristiwa terjadi dari kurun waktu 2002 sampai 2018 sehingga tidak perlu persidangan untuk penetapan keterangan korban terorisme.

“Tidak perlu persidangan cukup dapat keterangan penetapan dari BNPT lalu LPSK fasilitasi dan assessmen derajat luka,” jelasnya.

Sementara itu, luapan syukur dan bahagia disampaikan Pdt L.S Meinondo Badilo saat memberi testimoni pada acara penyerahan kompensasi bagi KTML.

Baca Juga:  DPRD Sulteng Gelar Rapat Gabungan Komisi

Penyintas yang kehilangan suami saat meledaknya bom Pasar Tentena, 17 tahun lalu akhirnya menerima kompensasi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Tuturnya, dana kompensasi akan Ia pakai untuk biaya melanjutkan pendidikan putrinya ke perguruan tinggi.

“Mewakili teman penyintas, kami mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Langsung ke Bali Usai Jalani Perawaran di RSPAD Jakarta

Di bagian lain, salah seorang penyintas bom Pasar Maesa 31 Desember 2005 yang ikut menewaskan istrinya, Daniel sangat mengapresiasi bantuan ini.