Iklan HUT korpri

Perusda Touna “Tantang” Palu Bikin Industri Pengolahan Kelapa dan Jagung

Pengolahan Kelapa dan Jagung
Direktur Perusda Tojo Unauna, Ahmad Budullah menghadiri acara Temu Bisnis dan Investasi Kota Palu yang berlangsung di Palu Grand Mall (PGM), Selasa 22 Maret 2022, malam. / ReferensiA.id

ReferensiA.id – Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Tojo Unauna (Touna), Ahmad Budullah “tantang” Palu menyiapkan industri pengolahan kelapa dan jagung. Touna, kata dia siap menyuplai dalam jumlah besar dua komoditas pertanian tersebut.

“Tojo Unauna punya potensi di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Kita harapkan industrinya ada di Kota Palu,” kata Ahmad Budullah acara Temu Bisnis dan Investasi Kota Palu yang berlangsung di Palu Grand Mall (PGM), Selasa 22 Maret 2022, malam.

Baca Juga:  Harga Minyak Goreng Turun, Warga Serbu Alfamidi

Talkshow itu dilaksanakan oleh Perusda Kota Palu. Adapun Direktur Perusda Touna hadir sebagai salah satu pihak yang menandatangani komitmen kerja sama dengan Perusda Kota Palu dalam hal suplai kelapa dan jagung.

Ahmad Budullah mengatakan, berdasarkan data BPS bahwa Touna punya areal kebun kelapa hingga 40 ribu hektar, 25 ribu hektar di antaranya berada di wilayah kepulauan. Menurutnya, produksi kelapa di Touna bisa mencapai 4 juta biji.

Baca Juga:  4 Smelter PSN di Sulteng Plus PT Vale Butuh Pasokan Listrik, Begini Penjelasan PLN

“Saat ini begitu banyak kapal yang mengangkut kopra ke Gorontalo dan ke Makassar,” kata Ahmad Budullah.

Melihat potensi besar pada kelapa dan jagung, maka Ahmad Budullah menyarankan Kota Palu sebagai ibukota provinsi menyiapkan industri pengolahannya.

Menurutnya, Touna sulit menyiapkan industrinya karena bakal terkendala seperti ketersediaan listrik dan pelabuhan peti kemas. Selama ini, kelapa dari Touna dibawa ke provinsi lain.

Baca Juga:  Sirene Tsunami di Palu Bunyi, BPBD: Hanya Simulasi

Begitu juga jagung. Menurutnya Touna punya lahan kebun jagung yang sangat luas dengan produksi hingga ratusan ribu ton. “Kalau ada pabrik pakan ternak di Sulawesi Tengah, maka tidak perlu ke Makassar,” jelasnya.