Pengetahuan mengenai khasiat temulawak diperolehnya dari pelatihan UKBM yang difasilitasi PT Vale, dengan menghadirkan pakar herbal medik, dr Rianti Maharani.
Saat ini, usaha ramuan herbal yang digeluti Rina masih menghadapi tantangan berupa ketiadaan rumah produksi.
“Kami sempat mendapat bantuan berupa bangunan untuk rumah produksi, tetapi rupanya belum dianggap memadai oleh BPOM. Alhasil, bangunan tersebut kini dialihkan menjadi Griya Sehat, salah satunya sebagai tempat pijat refleksi dan pijat tradisional,” tambahnya.
Pendampinga dari PT Vale
Senior Manager Social Development Program (SDP) PT Vale, Ardian Indra Putra mengungkapkan, di tengah situasi pandemi, kegiatan reguler UKBM Herbal berupa pendampingan teknis tetap berlangsung, baik melalui daring maupun tatap muka secara terbatas dengan mengedepankan protokol kesehatan.
Untuk mengembangkan UKBM Herbal, PT Vale kini tengah mendorong optimalisasi Griya Sehat di setiap kecamatan yang masuk dalam area pemberdayaan, berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan berbasis herbal, promosi dan edukasi kesehatan, serta pengembangan usaha para penggiat herbal (community enterprise).
Panti Sehat dikelola oleh kader yang telah menyelesaikan pelatihan herbal dasar, penyehat tradisional (Hatra), training of trainer, serta memiliki sertifikat sebagai Hatra.
“Saat ini, semua kegiatan implementasi keahlian masih dilakukan secara mandiri di setiap kelompok binaan. Melalui keberadaan Panti Sehat, kami berharap tujuan-tujuan yang sudah direncanakan bisa terealisasi secara optimal, sehingga fungsi Griya Sehat dirasakan oleh masyarakat, khususnya penggiat herbal,” kata Ardian.
Di sisi lain, mulai tahun lalu, PT Vale merilis Ikhtisar Program PPM setiap triwulan yang dapat diunduh melalui situs resmi Perusahaan di www.vale.com/indonesia.
