Ia juga menegaskan, ESG untuk pertambangan adalah menyiapkan ekonomi pasca tambang.
Kunjungan ini hadir di tengah peningkatan signifikan skor ESG PT Vale dari 29,8 menjadi 23,7, menempatkannya di jajaran perusahaan tambang dengan risiko ESG terendah dunia.
Dari Belém hingga Sorowako, dari ruang konferensi COP30 hingga desa-desa binaan, PT Vale membawa pesan konsisten: inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan adalah mata uang masa depan industri nikel.
Dan melalui kemitraan strategis, pengelolaan lingkungan kelas dunia, serta pemberdayaan masyarakat yang terukur, Indonesia tidak lagi sekadar menyuplai bahan baku—tetapi ikut membentuk masa depan dekarbonisasi global. ***
