Bagi Wirda Afiyah, mahasiswa UIN Palopo asal Desa Tokalimbo, pelatihan ini membuka ruang baru bagi kolaborasi dan keberanian.
“Kita diajak berani mencoba, berani menulis, dan mengolah ide. Selama mau belajar, semua mungkin,” ujarnya.
Inisiatif ini juga beririsan dengan agenda global seperti Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya beberapa poin berikut:
• SDG 4 – Quality Education: peningkatan kapasitas dan akses pendidikan nonformal
• SDG 8 – Decent Work & Economic Growth: kesiapan talenta menuju ekonomi digital
• SDG 16 – Peace, Justice & Strong Institutions: literasi anti-hoaks dan tangkal disinformasi
Investasi pada manusia diyakini oleh PT Vale adalah pilar utama keberlanjutan. Oleh karena itu, selain pelatihan digital, peserta juga diajak melihat penerapan pertambangan berkelanjutan melalui kunjungan ke Taman Kehati Sawerigading Wallacea, bukti nyata bagaimana perusahaan menghormati ekosistem dan mengembalikan fungsi lingkungan pascatambang.
Nasruddin, pemuda asal Bantilang, mengaku kunjungan ini membuka perspektif baru. “Kami melihat sendiri bagaimana perusahaan menata kembali alam bekas tambang. Ini pengalaman yang luar biasa dan memberi keyakinan bahwa keberlanjutan itu nyata,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian panjang upaya peningkatan kualitas SDM yang dilakukan PT Vale di Loeha Raya, antara lain, Pelatihan vokasional, Bimbingan belajar masuk perguruan tinggi, Pelatihan Kurikulum Merdeka untuk guru TK–SMP, Donasi buku dan alat tulis untuk Perpustakaan Jendela Dunia, Kunjungan edukatif sekolah dan lembaga terkait lingkungan
Inisiatif ini memperkuat komitmen bahwa pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan tumbuhnya kualitas manusia di sekitar operasi.
Direktur External Relations PT Vale, Yusri Yunus, menegaskan bahwa pemberdayaan talenta lokal adalah bagian dari visi jangka panjang perusahaan.
