Ia mengisahkan pengalamannya saat menjabat sebagai Bupati Morowali pada tahun 2007. Kala itu, angka kemiskinan di Morowali masih berada di angka 27 persen. Ia pun mengambil kebijakan strategis dengan memfokuskan anggaran pada sektor pendidikan, termasuk menggratiskan biaya pendidikan dari tingkat SD hingga SMA sebuah langkah yang belum dilakukan daerah lain di Sulawesi Tengah saat itu.
“Hanya dalam waktu dua tahun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Morowali melonjak dari peringkat ke-9 menjadi peringkat ke-2 setelah Kota Palu. Ini membuktikan bahwa investasi di bidang pendidikan sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan daerah,” ungkapnya.
Kegiatan sarasehan ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk akademisi, praktisi pendidikan, perwakilan sekolah, dan organisasi masyarakat. Diharapkan, hasil dari sarasehan ini menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan pendidikan yang lebih responsif, adil, dan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Tengah. ***
