Iklan HUT Sulteng DPRD

Soal Jual Beli Jabatan, Gubernur Sebaiknya Laksanakan Rekomendasi Tim Investigasi

Soal jual beli jabatan
Tim Investigasi Penyalahgunaan Wewenang bentukan Gubernur Sulteng saat menyampaikan hasil temuan mereka kepada awak media. / ReferensiA.id

“Hanya saja, jika ditindaklanjuti dengan sanksi akan menjadi lebih baik, sekaligus akan menambah citra baik tata kelola pemerintahan di lingkup Provinsi Sulteng,” sebut akademisi di Universitas Tadulako (Untad) Palu itu.

“Tentunya publik berharap agar hasil investigasi dari dugaan jual beli jabatan yang sudah menetapkan beberapa pejabat eselon harus ditindaklanjuti dengan sanksi sesuai yang dijanjikan,” tegasnya.

Sanksi kepada para pejabat yang diduga terlibat kasus jual beli jabatan minimal sebagai efek jera bagi oknum yang terlibat, dan menjadi pembelajaran bagi pejabat birokrasi pemerintah lainnya.

Selain itu, katanya, pejabat birokrasi harusnya senantiasa menyadari bahwa kewenangan yang diberikan adalah sebagai amanah yang akan dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat.

“Sejatinya jabatan dan kewenangan yang dimiliki patut disyukuri karena tidak semua ASN (aparatur sipil negara) dapat mendapat posisi dalam jabatan tertentu,” ujar Slamet Riyadi.

Soal sanksi terhadap enam pejabat yang disebut terlibat penyalahgunaan wewenang, sejauh ini belum diketahui tindak lanjut dari pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Provinsi Sulawesi Tengah Eddy Nicolas Lesnusa yang coba dihubungi tidak memberi keterangan terkait tindak lanjut temuan tim investigasi bentukan Gubernur.

“Hubungi pak inspektorat pak, di sana teknisnya,” jawab Eddy Lesnusa singkat.

Sementara Kepala Inspektorat Sulteng M Muchlis yang coba dihubungi belum memberi respons.

Kejati Juga Dalami Kasus Jual Beli Jabatan

Penyelidikan kasus dugaan jual beli jabatan di Pemprov Sulteng tidak hanya bergulir di internal pemerintahan provinsi melalui tim investigasi bentukan Gubernur. Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng dan Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng juga tengah mendalami kasus itu.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google NewsIklan Bawaslu Morowali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *