Iklan HUT korpri

Sulteng “Diserbu” Banjir, Pemerintah Harus Prioritaskan Anggaran Kebencanaan

Kebencanaan
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng Andi Sembiring. / ReferensiA.id

ReferensiA.id- Sebanyak 156 kali bencana terjadi di Sulawesi Tengah selama periode Januari hingga Agustus 2022. Bencana banjir mendominasi dengan total 137 kali banjir dan 3 kali banjir disertai tanah longsor. Sementara sisanya adalah abrasi pantai 1 kali, angin puting beliung 11 kali, kebakaran 1 kali dan longsor 3 kali.

Data itu berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah (Sulteng), yang disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng Andi Sembiring saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 28 Agustus 2022.

Baca Juga:  Banjir Terus Berulang di Sintuwu, Saatnya Pemerintah Normalisasi Sungai

Sementara pada 2021 terjadi 292 kali bencana, yakni 187 kali banjir, 15 kali banjir rob, 47 kali angin kencang, 14 kali gelombang tinggi, 5 abrasi pantai, 3 kali gempa bumi, 7 kebakaran, 1 kekeringan dan 13 kali tanah longsor.

Berdasarkan data kebencanaan tersebut, Sulawesi Tengah tampaknya jadi langganan banjir setiap tahun.

Menurut Andi Sembiring, sebaran bencana banjir itu pun terjadi di hampir seluruh daerah di Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  Banjir Bandang di Torue Parigi Moutong, Beredar Video Warga Sedang Panik

“Kalau yang terjadi akhir-akhir ini hampir semua kabupaten, kecuali Kota Palu yang jadi langganan genangan air dari luapan air drainase,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng itu.

“Kabupaten hampir semua terdampak banjir,” dia menambahkan.

Banjir yang terjadi diberbagai daerah itu, kata dia, sesuai dengan peringatan dini yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah, baik BPBD maupun BMKG.

Baca Juga:  Rincian 38 Desa Terdampak Banjir dan Longsor di Purworejo

“Banyak beberapa titik (bencana) kemudian menjadi tiba-tiba karena kondisi pendangkalan sungai,” katanya. Dia mencontohkan kejadian banjir di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong.