Tangkal Politik Identitas di Pemilu 2024, Polda Sulteng Gelar FGD

Politik Identitas
Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat membuka FGD dengan tema Tangkal Politik Identitas Pada Pemilu tahun 2024.

ReferensiA.id- Polda Sulawesi Tengah melalui Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema Tangkal Politik Identitas Pada Pemilu tahun 2024.

FGD dilaksanakan di Paramasu Hotel Jalan Domba Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Senin 31 Oktober 2022.

“Bersama-sama bertukar pikiran, memberi saran, masukan, pendapat dalam rangka membangun dan menjaga kamtibmas di Sulawesi Tengah, Khususnya menjelang agenda nasional yakni pemilu 2024,” ucap Kapolda Sulteng Irjen Polisi Rudy Sufahriadi saat membuka acara.

“Kita ketahui bahwa gejolak politik akan berimbas kepada terjadinya gangguan keamanan baik secara lokal maupun nasional, untuk itu kita semua harus bertanggung jawab menciptakan keamanan,” harapnya.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini juga mengatakan sebagai generasi muda harus bisa menjadi penggerak, menggiring politik dan demokrasi ke arah yang lebih baik dengan tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar dalam mewujudkan kamtibmas yang kondusif di wilayah Sulawesi Tengah sehingga program-program pemerintah yang saat ini sedang berjalan dapat terselenggara dengan baik serta Pemilu 2024 dapat dilaksanakan dengan sukses dan aman,” tutupnya.

Dirintelkam Polda Sulteng Kombes Polisi Anggara Nasution mengatakan, belajar dari pengalaman Pemilu 2019 yang begitu kental dengan nuansa politik identitas sehingga menyebabkan polarisasi masyarakat bahkan memicu konflik, maka kondisi tersebut tidak boleh terulang kembali pada Pemilu 2024.

“Bapak Kapolda Sulteng telah memberikan arahan bahwa Polda Sulteng harus segera mempersiapkan diri secara bertahap untuk melaksanakan pemilu sesuai amanah UU; dan organisasi pemuda dan mahasiswa selaku peserta diharapkan dapat menyebarluaskan kesimpulan hasil diskusi hari ini kepada khalayak ramai untuk membentuk opini positif sebagai daya tangkal dan daya cegah terhadap berkembangnya politik identitas,” pungkasnya.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *