“Kenapa saya pindah ke PSI? Nasdem itu kan sejak awal jargonnya tanpa mahar, tapi begitu saya di dalam ternyata tidak sesuai. Perasaan untuk mau pindah itu ketika bapak saya sudah tidak dihargai (oleh Nasdem), itu sangat fatal menurut saya. Bapak saya sudah banyak berkorban, tapi mau bagaimana, politik tidak bisa ditebak,” kata Nugi.
Seperti diketahui, Ahmad Ali yang sekira 11 tahun di Nasdem telah menempati berbagai jabatan strategis, dari Ketua DPW Nasdem Sulteng, Bendahara Umum hingga Wakil Ketua Umum. Namun berakhir kurang romantis dengan partai itu.
Bukan hal mudah bagi Anugrah Pratama menyampaikan kritik, pasalnya di partai besutan Surya Paloh itu masih ada sosok sang ibu, Nilam Sari Lawira, yang menjabat sebagai Ketua DPW Nasdem Sulawesi Tengah (Sulteng).
Sebelum keluar dari Nasdem, Nugi juga telah meminta restu sang ibu. “Reaksi beliau (Nilam Sari Lawira) kaget, tapi beliau bilang tidak apa-apa nak, itu pilihanmu dan orang lain tidak berhak untuk melarang,” tandasnya. Nugi bertutur dengan mata sedikit sembab, bahkan beberapa kali mengusap matanya yang mulai berkaca-kaca.
Setelah bergabung dengan PSI, Nugi disebut bakal menduduki salah satu jabatan strategis di partai. Namun belum ada konfirmasi jabatan apa yang akan diisi oleh Nugi di partai, sebab masih menunggu surat keputusan DPP PSI.
Anugrah Pratama diyakini bakal menjadi salah satu kekuatan PSI di Sulteng untuk menggaet suara pemilih dari kalangan muda pada kontestasi mendatang.
Pada Pemilu 2024 lalu, ia mampu memperoleh 2.351 suara sah, sekaligus mengantarkannya mendudukkan jabatan Wakil Ketua DPRD Kota Palu dari Fraksi Nasdem. ***



















