Iklan HUT Morowali PT Vale

Wakil Ketua DPRD Sulteng Singgung Penertiban IUP di Morowali dan Morut

Penertiban IUP di Morowali
Muharram Nurdin

ReferensiA.id – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah Muharram Nurdin menyebut pertumbuhan industri nikel harus menjadi motor peningkatan fiskal daerah. Salah satu caranya, dengan melakukan penertiban IUP di Morowali dan Morowali Utara (Morut) yang dianggap bermasalah. Sebab, pemerintah berpotensi kehilangan penerimaan negara karena praktik industri yang bermasalah.

Menurut Muharram Nurdin, Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara telah menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri nikel yang terintegrasi, antara penambangan di bagian hulu dan pengolahan nikel setengah jadi di bagian hilir terbesar di Indonesia.

Baca Juga:  Keterwakilan Perempuan di Pertambangan PT Vale Dianggap Penting

Indikatornya, pada tahun 2020, nilai ekspor besi dan baja Sulawesi Tengah yang dihasilkan dari kedua kabupaten itu mencapai 6,4 miliar dolar atau sekitar Rp90 triliun dengan kurs Rp14.000 per dolar. Nilai ekspor tersebut membuat Sulawesi Tengah menyumbang hampir 60% dari total nilai ekspor besi dan baja Indonesia pada tahun 2020.

Baca Juga:  CEO PT Vale Jadi Pembicara di COP26 Glasgow

Di bagian hulu, pertumbuhan pesat industri nikel di kedua kabupaten tersebut terutama dimotori oleh puluhan perusahaan swasta pemegang izin usaha pertambangan (IUP), mereka menambang puluhan juta ton biji nikel setiap tahun di kedua kabupaten.

“Sementara di bagian hilir, pertumbuhan tersebut dikarenakan investasi asing yang besar dalam industri pengolahan nikel setengah jadi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali dan Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara,” ungkap Muharram Nurdin dalam keterangannya, Rabu 2 Februari 2022.