Anggota DPRD Palu Rusman Ramli Angkat Isu Lingkungan, Dorong Penguatan Bank Sampah di Kelurahan Talise

Rusman Ramli
Rusman Ramli saat reses di Kelurahan Talise Kota Palu. / ReferensiA.id

Salah satu pengurus Bank Sampah Plastik Talise, Endang, mengungkapkan bahwa meski inisiatif warga berjalan aktif, masih banyak kendala yang dihadapi, terutama soal fasilitas dan dukungan.

“Kami belum punya lokasi tetap, masih menumpang di rumah salah satu pengurus. Harusnya pemerintah ikut turun tangan karena bank sampah ini juga bagian dari program lingkungan,” jelas Endang.

Endang menyebut, sejak berdiri, volume sampah plastik yang berhasil dikumpulkan Bank Sampah Talise terus menurun — dari rata-rata dua ton per bulan di awal berdiri, kini sekitar 500 kilogram per bulan.

“Tapi itu justru keberhasilan kami, artinya sampah plastik di lingkungan sudah berkurang,” katanya.

Dalam operasionalnya, Bank Sampah Talise juga merekrut peserta padat karya sebagai nasabah aktif. Mereka membawa plastik saat kerja bakti untuk ditabung.

Namun, karena belum memiliki mesin pencacah, proses pengelolaan masih dilakukan secara manual, dan hasilnya dijual ke pengepul dengan harga yang fluktuatif.

“Kami belum punya produk turunan sampah. Operasional kami masih dari selisih hasil penjualan. Pengurus juga belum dapat insentif, ini murni kesadaran kami,” ungkap Endang.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan pelatihan dan dukungan fasilitas agar bank sampah di Talise bisa lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Kami sudah berperan dalam pengelolaan sampah di Talise. Harapan kami, suara ini bisa didengar oleh pemerintah,” pungkasnya. RED

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version