Selain itu, anggaran aspirasi juga dapat dianggarkan untuk keperluan prasarana semisal jalan dan drainase, yang pekerjaannya dilakukan secara swakelola.
Pada reses tersebut, sebagian besar masyarakat mengeluhkan kondisi drainase yang belum memadai. Di mana setiap kali musim hujan selalu terjadi banjir di beberapa wilayah Kelurahan Nunu karena disebabkan drainase yang tidak mampu menampung air.
Reses tersebut dihadiri sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Nunu.
“Kami sengaja hadirkan beberapa OPD, supaya bisa langsung menjawab atas keluhan warga. Sementara untuk usulan dan aspirasi warga yang diajukan tahun ini, kita harap bisa menunggu, karena realisasinya baru bisa dilakukan pada 2027,” tandasnya.
Dia pun mengingatkan kepada OPD yang nantinya menyalurkan bantuan melalui dana aspirasi agar melakukan verifikasi sebaik mungkin agar bantuan bisa tepat sasaran. RED
