“Desa Wisata Mangrove Padabaho bisa menjadi tempat rekreasi yang baik, tapi harus diikuti dengan penataan dan promosi berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” sambung Dahran.
Dalam peresmian itu sekaligus dilakukan serah terima pengelolaan Desa Wisata Mangrove Padabaho antara perwakilan CSR PT IMIP dan Pemerintah Desa Padabaho.
Pelaksana Tugas Harian Kepala Desa sekaligus Sekretaris Desa Padabaho, Ambotuo Lanaco, menyampaikan terima kasih atas dukungan CSR IMIP.
Dia mengungkapkan, kondisi area mangrove di Padabaho kini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Keberadaan desa wisata tersebut, sekaligus memberi ruang baru bagi warga untuk beraktivitas dan mengisi waktu luang menikmati suasana alam.
“Sebelum pengembangan wisata ini, masyarakat tidak memiliki ruang rekreasi. Sekarang, bahkan sebelum diresmikan, pengunjung sudah berdatangan untuk menikmati suasana dan udara sejuk di sini,” ujar Ambotuo.
Pemerintah Desa Padabaho pun telah membentuk Pokdarwis pada 2025 untuk membuka partisipasi langsung generasi muda dalam mengelola dan menjadikannya sebagai warisan jangka panjang.
Di tempat yang sama, Supervisor CSR Department PT IMIP, Irfan Ardiansyah, menjelaskan, pembangunan desa wisata dilakukan secara bertahap sejak tahun 2023 melalui Program CSR Pembangunan Sarana Wisata Desa Padabaho.
“Pengembangan ini bukan proses singkat. Ini berangkat dari gagasan masyarakat Desa Padabaho sendiri yang melihat kebutuhan ruang wisata seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas pekerja di Bahodopi,” tutur Irfan.
Upaya pengembangan disertai langkah penataan lingkungan melalui penanaman dan restorasi mangrove. “Kami tidak melihat hari ini sebagai perpisahan, melainkan titik awal. Sinergi membangun desa bukan sekadar jargon, tetapi komitmen bersama agar desa wisata ini terus berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
