Juga bekerj asama untuk menjawab dan merealisasikan aspirasi masyarakat melalui pokok pokok pikiran sebagai anggota DPRD. Semua itu katanya, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tentunya yang sesuai dengan Tupoksi sebagai anggota Dewan yaitu legislasi, budgetting dan controling.
“Mengakhiri kata pengantar, maliun tinuvu (kesejateraan untuk semua) kami akan sangat bahagia melihat masyarakat Sulteng sejahtera. Nosarara nosabatutu (bersaudara dan bersatu) Kami sangat bahagia melihat masyarakat Sulteng hidup damai dalam keberagaman. Belo rapovia belo rakava (kalau kamu berbuat baik kebaikan yang kamu dapat). Paling tidak beberapa catatan dalam buku ini (masih banyak yang tidak bisa ditampilkan dalam buku ini) kebaikan yang kami bisa lakukan semoga kebaikan juga nanti yang kami dapat. Amiin,” tandas Bunda Wiwik yang menutup sambutannya dengan seuntai pantun.
Ketua DPW PKS Sulteng Tekankan Pentingnya Rekam Jejak Digital dan Dokumentasi
Dalam acara penyerahan buku “Risalah Perjuangan Kami”, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin, menyampaikan arahan penting terkait dokumentasi rekam jejak perjuangan Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Acara yang digelar di salah satu kafe ini berlangsung bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan Fraksi PKS periode 2019 – 2024, di mana Wahyuddin menekankan, dokumentasi ini merupakan bukti kerja nyata dan bentuk pertanggungjawaban publik.
Menurut Wahyuddin, buku yang diterbitkan ini bukan hanya sekadar rangkaian catatan, tetapi rekam jejak yang menunjukkan kontribusi nyata fraksi dalam menjalankan tugas dan amanah dari rakyat.
“Tidak akan mungkin terbit satu buku kalau tidak ada catatan yang mengisi lembarannya. Ini menjadi bukti bahwa ada kerja nyata yang sudah dilakukan,” ungkapnya.
